Belum Semua Nelayan Dijamin Perlindungan Sosial, DKP Kendal Gandeng Baznas

- Selasa, 22 November 2022 | 18:28 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal mengunjungi nelayan yang terkena musibah.  (Edi Prayitno/kontributor Kendal)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal mengunjungi nelayan yang terkena musibah. (Edi Prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM - Ternyata belum seluruh nelayan di Kendal mendapatkan jaminan perlindungan sosial. Bahkan dari data yang ada hanya 900 nelayan dari total 10.000 nelayan di Kendal yang sudah mendapat bantuan premi jaminan sosial oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Tahun ini ada peningkatan, ini secara jumlah bagi nelayan yang mendapatkan bantuan premi jika dibandingkan tahun 2021, yang hanya sebanyak 500 nelayan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal Hudi Sambodo, Selasa 22 noveymber 2022.

Hudi mengungkapkan, kendati masih belum semua nelayan di Kabupaten Kendal mendapat jaminan perlindungan sosial baik bantuan dari pemerintah maupun kepesertaan yang bersifat mandiri, namun perhatian atau kepedulian DKP Kabupaten Kendal kepada nelayan sangat besar. Pihak DKP tidak akan berpangku tangan jika mengetahui ada nelayan yang tertimpa musibah mengalami kecelakaan kerja di laut.

Baca Juga: Begini jika Menthok Ikut Kontes: Selain Keindahan, Bobotnya Dinilai

Bentuk perhatian itu dengan mengupayakan bantuan untuk biaya melakukan pengobatan. Dengan menggandeng Baznas Kendal pemberian bantuan itu terealisasikan. Bahkan bantuan lain pun akan diberikan bagi kelurga yang ditinggalkan dalam bentuk modal usaha.

"Ada sebanyak 4 nelayan yang kita beri bantuan. Untuk materi bantuannya DKP gandeng Baznas Kendal. Bantuan sebesar Rp3 juta untuk pengobatan. Bagi nelayan yang meninggal, keluarganya juga dibantu modal usaha. Kemudian kita juga salurkan untuk bekerja di perusahaan sesuia dengan kemampuan atau skill-nya," ungkap Hudi Sambodo.

Sementara itu, jumlah nelayan di Kabupaten Kendal yang terlindungi BP Jamsostek dengan biaya mandiri masih sangat sedikit. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan jumlah keseluruhan nelayan yang ada sebanyak 10.000 nelayan. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk bisa mendorong supaya nelayan dengan kesadaran yang tinggi bisa ikut menjadi kepesertaan BP Jamsostek.

Baca Juga: Demi Kebaikan Petani, Penerima PKH Ini Hibahkan Lahan untuk Embung di Kalibareng

Selain itu BP Jamsostek juga akan intens melakukan sosialisasi pentingnya kemanfaan perlindungan jaminan sosial bagi para nelayan.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X